Panen Jagung Desa Sawo

by Pustaka Aslikan , at 10.11 , has 0 komentar
Pemanenan jagung di desa sawo kec.dukun kab.gresik biasanya dilakukan pada saat jagung telah berumur sekitar 86-96 hari tergantung dari jenis varietasyang digunakan. Jenis jagung hibrida yang ditanam masyarakat sawo umumnya jenis jagung hibrida Bisi2, NK, Pasific dan Pioner. Jagung yang telah siap panen atau sering disebut masak fisiologis ditandai dengan daun jagung/klobot telah kering, berwarna kekuning-kuningan, dan ada tanda hitam di bagian pangkal tempat melekatnya biji pada tongkol.

Panen yang dilakukan sebelum atau setelah lewat masak fisiologis akan berpengaruh terhadap kualitas kimia biji jagung karena dapat menyebabkan kadar protein menurun, namun kadar karbohidratnya cenderung meningkat. Setelah panen dipisahkan antara jagung yang layak jual dengan jagung yang busuk, muda dan berjamur selanjutnya dilakukan proses pengeringan.

Permasalahan akan timbul bila waktu panen yang berlangsung pada saat curah hujan masih tinggi seperti saat ini (Pebruari 2014) , sehingga kadar air biji cukup tinggi, karena penundaan pengeringan akan menyebabkan penurunan kualitas hasil biji jagung. Cara pengeringan selain dengan penjemuran langsung di ladang, juga dapat dilakukan dalam bentuk tongkol terkupas yang dikeringkan di lantai jemur dengan pemanasan matahari langsung, dan bila turun hujan ditutupi dengan terpal plastik.Cara pengeringan jagung demikian memiliki kelemahan karena mudah ditumbuhi jamur, serangan hama kumbang bubuk, dan kotoran. Selain itu nilai kadar air biji jagung biasanya masih tinggi ( >17%). Penundaan panen selama 7 hari setelah masak fisiologis dapat membantu proses penurunan kadar air dari 33% menjadi 27%. Namun penundaan pengeringan dengan cara menumpuk tongkol jagung yang telah dipanen di atas terpal selama 3–5 hari, meskipun mampu menurunkan kadar air akan tetapi dapat menyebabkan terjadinya serangan cendawan sampai mencapai 56-68%, sedangkan tanpa penundaan pengeringan, serangan cendawan dapat ditekan menjadi hanya berkisar antara 9-18%. Penyebab lain terjadinya kerusakan pada biji jagung adalah karena adanya luka pada saat pemipilan, dan ini terjadi jika saat pemipilan kadar air biji masih tinggi (>20%). Biji yang terluka pada kondisi kadar airnya masih tinggi menyebabkan mudah terinfeksi oleh cendawan.
Panen Jagung Desa Sawo
About
Panen Jagung Desa Sawo - written by Pustaka Aslikan , published at 10.11, categorized as Budidaya Jagung . And has 0 komentar
Previous Posting Lebih Baru
0 komentar Add a comment
Bck
Cancel Reply

Mengenai Saya

Followers

Maaf Blog Masih Dalam Perbaikan **Terimah Kasih Atas Kunjungannya**
Theme designed by Damzaky
Modifikasi by Aslikan Ahmad